Posted on

“Uang Seribu”

Ada bapak-bapak pagi tadi berdiri di depan pintu pagar rumah, dari awal gw udah tahu doi pasti mau minta-minta.

 

Awalnya gw bilang “Maaf ya pak..” bermaksud menolak untuk memberi, tapi doi begitu ngeyel dan berkata “Tolong bu, seribu aja nggak ada artinya untuk ibu…”

 

Sebuah kalimat menyebalkan yang bikin kuping panas dan sayangnya sering sekali gw denger dari para peminta-minta. Sekalipun gw kasih dia hanya supaya dia tutup mulut dan angkat kaki dari sana, gw jadi berpikir tentang uang seribu itu.

 

Uang seribu dari kantong gw yang kata bapak tadi nggak ada artinya itu penanda “jurnal” gw. Demi mendapatkan tu seribu perak gw pergi pagi pulang malem, kegencet-gencet di kereta, kesirem air kubangan gara-gara supir tolol kopaja butut ngebut ke pinggir dan nyipratin tu kubangan air, berantem sama biker yang ngerebut hak pejalan kaki, ngegebrak pintu angkot karena nyaris nyerempet gw, memulai pekerjaan satu setengah jam lebih awal di kantor sambil terkantuk-kantuk demi bisa pulang cepet.

 

Dan uang seribu yang dikeluarin suami gw dari kantongnya? Itu hasil beberapa hari nggak tidur, bepergian dari ujung pulau ke pulau yang lain, yang bahkan beberapa nama tempatnya baru gw denger dan ternyata eksis di Indonesia, menyabung nyawa berpindah dengan satu pesawat ke pesawat yang lain, ngorbanin waktu nggak ketemu anak istri untuk waktu yang agak lama.

 

“Jadi pak, uang seribu itu berarti untuk saya”

 

 

Advertisements

About duniananda

Seorang istri yang sok sibuk dengan urusan rumah tangga dan urusan-urusan kecil yang sering saya lihat dan dengar setiap hari hehehehe.. :D

2 responses to ““Uang Seribu”

  1. bigmommy ⋅

    ketika yg 2,5% itu sudah di laksanakan dng penuh kesadaran, barangkali nggak perlu Tersindir oleh pengemis yg meminta hak mereka dalam rezeki kita.

  2. duniananda ⋅

    Dear BIGMOMMY,

    Terima kasih, Insya Allah saya tidak akan pernah lupa akan pentingnya 2,5% itu, sayapun nggak merasa tersindir, hanya kata-katanya saja membuat saya berpikir akan arti uang seribu rupiah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s