Posted on

Homecoming Story

Kalo ada orang yang bilang “Baru sepuluh tahun udah ngadain reuni??” gw setuju dengan pertanyaan itu. Reuni sekolah yang sebenarnya adalah ketika lo udah berumur lima puluh tahun, sebagian besar udah punya cucu dan beruban lalu ketemu lagi dengan teman-teman sekolah (SMA, dalam hal ini) itulah yang membuat reuni terasa lebih berkesan.

But then, I think again. Kenapa mesti nunggu lima puluh tahun untuk ngumpul lagi? (secara besar-besaran maksudnya). Kenapa harus nunggu sebagian dari kita udah nggak tahu kemana lalu baru bikin reuni. Jadi gw pikir, buatlah reuni kapanpun kita mau. Satu tahun, dua tahun setelah lulus, whatever. Karena kita nggak pernah tahu siapa yang tiba-tiba pergi meninggalkan kita dan pada saat itu kita akan sangat merindukan mereka.

Rendezvous. Sebuah kata dalam bahasa Perancis yang berarti bertemu dengan spesifikasi tempat dan waktu. Sedikit mewakili tema malem reuni Sabtu kemaren. Hujan deras yang sempet bikin panitia sedikit down, but voila! satu per satu mereka datang begitu hujan reda 😀

“The Elders Seven”. Panitia reuni yang cuma tujuh orang, cuma punya satu ketua dan tujuh orang itu mengerjakan semuanya: bendahara, sekertaris, humas, seksi acara, seksi repot. Semuanya. I’m proud of these people, even I guess sometimes I’m a lil bit bitchy to push one of them (aaahahahahahaha XD).

But what makes me really proud adalah teman-teman yang udah ikut berpartisipasi. Sejak grup alumni khusus angkatan kami ini dibuat, respon terhadap informasi yang diupdate sangat-sangat sedikit. Gw ngerti sih, nggak semua orang sering mengakses Facebook. Dan yang biasanya cuma buka di HP (terutama BB yang lebih sering lemotnya) sering nggak bisa lihat update yang ada. Karena itu kita serung minta tolong beritanya disebar melalui apapun, maksud gw meneruskan hoax BBM aja sering, kenapa nggak membantu meneruskan berita yang udah jelas sumbernya ini?. Meski begitu selalu ada jenis orang yang diam-diam gw perhatikan di sosial media.

– Mengaku sering ketinggalan informasi, padahal gw tahu dia sering update status atau baru aja main game online. Motif orang ini nggak jelas, tapi gw rasa dia cuma males gabung aja, well I’ve been there, gw juga pernah kaya gitu, jadi gw ngerti banget deh 😀

– Aktif di grup, saran ini saran itu, kritik ini kritik itu, ngomongnya macem orang-orang DPR lagi rapat. Tapi begitu pelaksanaan, he just dismissed. Oh yeah, the real NATO has come…No Action Talk Only. I never take serious of these kids’s critics. I never take serious of these kids existence.

“Illuminati Brotherhood/ Sisterhood”. Ini adalah tipe orang yang sangat setia pada gank-nya, “Lo ikut, gw ikut, lo nggak ikut, gw juga nggak”. Sepertinya temannya cuma itu-itu aja. But, I’ve been there too. Dan secara alami ini terjadi pada banyak perempuan, karena emang sih kalo nggak ada temen untuk pergi ke suatu tempat dan membayangkan garing sendirian, itu mimpi buruk. Tapi satu orang mematahkan teori ini Sabtu malem kemaren. Ada satu cowok, gw lupa (sebetulnya gw bener-bener nggak tahu siapa namanya) tapi mukanya familiar, sejak awal dia bener-bener sendirian, duduk di meja sendirian, mainin HP sampe gw bertanya-tanya, ini orang anak Etniez apa bukan ya? Tapi dia udah pegang suvenir, berarti namanya udah terdaftar. Dan ada satu lagi cowok, namanya Oyen, (gw bener-bener nggak inget, maaaafff…) pertama kali dateng mukanya udah berseri-seri meskipun orang-orang di meja registrasi sama sekali nggak mengenali dia, tapi dengan riangnya dia nanggepin kita. I’m really proud of them 😀

– “Innoying” (looks innocent but totally annoying). Semua orang udah paham akan informasi yang ada, termasuk beliau ini, tapi di satu titik yang aneh dia memaksa penyelenggara melakukan hal yang nggak masuk akal demi kepentingan pribadinya. And we just like…God, are You sure killing is illegal?
*Epoy in read, you know what I mean, “that BB conversation” 😀

Tapiiii…alhamdulillah yaaa…semua ke-hectic-an itu terbayar dengan tiga jam berasa jadi anak umur 16 tahun lagi (well, untuk sebagian adalah umur 16 dengan junior-junior merek :D). Sebetulnya acara jadi mundur kurang lebih satu jam karena hujan. Tapi gw nggak mau nyalahin hujan, kenapa gw harus nyalahin berkah?

Salah satu guru yang dateng (yang kita undang) adalah guru BP waktu SMA dulu, Ms.E. Dan gw sama Epoy setuju waktu ngebahas di taksi dalam perjalanan pulang kalo beliau sama sekali nggak berubah, sepuluh tahun masih dengan aura muda yang sama, masih dengan senyum tulus yang sama. Beliau meyakinkan gw akan satu statement klasik: “Senyum adalah obat awet muda”. Karena pada saat itu gw nggak menghiraukan kerutan di wajahnya, yang gw lihat cuma senyum, senyum, dan senyum…and it’s awsome :).

Gw seneng ruangan kecil itu rusuh gara-gara anak-anak ex IPA 3 (Dessy cs, tadinya gw udah mau panggil kemanan in case kalian mendadak tawuran hahahahaha :D). Hampir semuanya suka tayangan slide foto-foto jadulnya. Cuma gw nggak puas, mestinya itu slide ditayangan pake proyektor di atas dinding biar lebih besar dan semua lihat dengan jelas, tapi karena satu dan lain hal akhirnya kita cukup pake TV home theater fasilitas Nic’s. Gw juga seneng semua ikut berpartisipasi dengan games-nya.

Seperti yang panitia bilang waktu itu, inti dari acara ini sebetulnya temu kangen. Ketemu, melepas kangen, bertukar cerita. Cuma sayang kurang lama, mungkin lain kali ada pihak lain yang bisa ngadain jauh lebih baik dari ini. Dengan panitia yang lebih banyak dan lebih jelas hahahahaha 😀

Si Niex bilang doi girang ketemu gebetan lamanya dan gw baru inget kalo gebetan lama gw nggak dateng padahal gw lihat namanya udah terdaftar haghaghag :D, mungkin karena hujan deras itu juga. Kalo gw mau jujur sebetulnya gw nggak terlalu kenal dekat sama sebagian orang yang dateng Sabtu kemaren, tapi lihat mereka senang, gw ngerasa kaya ketemu gank lama 😀

I really missed you guys, and proud of you all. Semoga akan ada acara-acar berikutnya yang nggak cuma senang-senang aja ya 🙂 🙂 🙂

Advertisements

About duniananda

Seorang istri yang sok sibuk dengan urusan rumah tangga dan urusan-urusan kecil yang sering saya lihat dan dengar setiap hari hehehehe.. :D

2 responses to “Homecoming Story

  1. prageryu ⋅

    Mwahahahhaha… Innoying (still wondering who’s that).

    Finally, setelah melalui berbagai situasi dan fluktuasi emosi dlm persiapan reuni akhirnya acara bisa berjalan sukses. Bangga bisa jd salah satu panitia Reuni rendezvous ini. Such a great honor to work with u all guys. Tim yang solid, dgn berbagai karakter, pribadi2 yg menarik, n gak gampang nyerah.

    Terharu baca part yg nyeritain ms. E, dan itu memang bener beliau masih sm seperti yg dulu. Gak banyak bicara, selalu tersenyum, dan nyaman dekat beliau (bkn krn dia ibu salah satu temen tp itu kenyataan). Salut banget buat beliau yg udah mau datang walau hujan. Thank u a lot for her..

    Gak lupa makasih banyak juga buat teman2 yang udah mau ikut berpartisipasi dalam acara ini, tanpa kalian acara ini gak akan berjalan sukses.

    Sekali lagi makasih banget untuk semua. It was a great n unforgetable night. Saluuut untuk kita semua…

  2. Hiks sedih harus batal dateng…
    Selamat ya buat panitia yang udah sukses bikin acaranya…
    Looks great!!

    Such a big loss to missed the event..
    Willa nyimpenin 1 suvenir buat gw, pelipur lara katanya…
    huhuhuhu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s