Gerbang Itu Bernama Youtube

Dari semua artis jebolan Youtube belum ada yang menurut gw menunjukkan bakat yang betul-betul luar biasa. Justin Bieber is totally so-so. Si kecil Maria Aragon yang waktu itu sempet diundang Lady Gaga sendiri di konsernya karena menyanyikan Born This Way sambil main piano (keyboard) di Youtube juga punya bakat yang biasa, permainan pianonya biasa dan suaranya juga biasa, mungkin karena usianya yang masih 12 tahun yang terlihat luar biasa di mata orang lain. Lalu artis lokal, Sinta dan Jojo…oh yeah, please… ga komentar deh. Dan yang terakhir adalah polisi kocak yang lipsing sambil joget-joget India beberapa waktu lalu… what can I say…

Jalan hidup orang emang kadang mengejutkan, tapi gw lagi nggak berniat ngomongin soal misteri takdir. Gw lagi ngerasa betapa risihnya lihat pemberitaan sang polisi akhir-akhir ini.

Semula sang polisi ramai ditonton karena aksinya yang lucu. Yep, dengan senyum kocak plus gaya imitasi Shah Rukh Khan emang bikin yang nonton video awalnya minimal aja tersenyum. Lalu dia ramai dibicarakan orang karena menurut berita atasannya kurang senang dengan tingkahnya tersebut, apalah itu semacam kenakalan dan bercanda di tengah-tengah tugas dan disinyalir akan mendapat hukuman atas itu. Kemudian ia menjadi topik paling heboh karena banyak dukungan dari masyarakat yang membelanya dari rencana sanksi sang atasan. Sampai disini gw setuju.

Laaaalu akhirnya “sanksi” sang polisi diturunkan, dia hanya disuruh menghibur di depan para polisi yang lain dengan joget khasnya dan bahkan diundang langsung ke markas besar untuk “konser tunggal”. What an honor, eh sir? 🙂

Daaan…akhirnya datanglah apa yang gw sebut “hasil terawang” yang semua orang pasti bisa menduganya. Infotainment kembali mengekspos apa yang mereka sebut dengan “Fenomena” lengkap dengan suara lebay narator dan back sound seram seakan itu berita mistis (untung ga sekalian muter Carmina Burana). Bahkan yang gw denger, salah satu pengacara kondang (I hope you guys can see my face when I type “kondang”) bergerak cepat membuatkan lagu untuk sang polisi.

Sama seperti para pemain timnas yang waktu di tengah-tengah kompetisi Piala AFF diboyong kesana kemari untuk di.. apa ya namanya? Istilah pribadi gw sih di-“terkenalkan”, begitulah persis sang polisi terlihat: seperti badut.

Sang atasan sempat beralasan bahwa anak buahnya tersebut bagus untuk pencitraan polisi “gaul” agar lebih dekat dengan masyarakat supaya citra yang sempat berkesan garang menjadi luntur. Tiba-tiba gw lebih suka kepada ide membuat program kehumasan di kepolisian yang terorganisir dengan baik tentang penyuluhan atau pendekatan kepada masyarakat dengan memakai ikon si polisi yang bersangkutan, dan atau mereka bisa buat iklan layanan masyarakat dengan tema sedikit kasual (gw jadi inget iklan softdrink yang ada polisi lagi ngatur lalu lintas sambil nari). Karena menurut gw diantara kasus-kasus citra polisi yang lagi marak saat ini seperti ada yang terlibat sama komplotan debt collector atau yang terbaru seorang oknum sedang berbuat tidak senonoh dengan perempuan muda yang divideokan, sang polisi kocak justru malah terlihat seperti badut yang nggak kalah konyol dengan mereka, dan bukan nggak mungkin lama-lama citra mereka semua akan benar-benar rusak.

Sebetulnya itu cuma salah satu dari banyak contoh aja sih. Betapa Youtube bisa menjadi sebuah “gerbang undian” dimana seseorang mendadak jadi artis. Kenapa gw bilang gerbang undian? Karena nggak semua yang terkenal gara-gara Youtube itu terkenal karena bakat dan keunikannya. Contohnya S & J, menurut gw nggak ada menariknya sama sekali dan sampe sekarang gw heran kenapa videonya bisa banyak di-share ya.. 😕

Dan mengenai Infotainment..ga komentar deh… (yep,kalian bisa dengan jelas membayangkan ekspresi gw saat ngetik kalimat “ga komentar deh”)

NB: Dan pada saat gw menyebut (menulis) kata “artis” yang gw rasakan seperti…ekspresi menaikkan kedua alis dengan mata melirik ke atas…it’s so.. I don’t know… gw cuma bilang ada beberapa ekspresi yang nggak bisa dijelaskan dengan kata-kata 😀

Untitled IV

Nggak perlu jadi detektif swasta untuk mencari dan tahu perkembangan seseorang, buka aja internet dan bum..sometimes it’s surprising to see…

Malam ini gw tiba-tiba punya keinginan untuk mencari seorang teman lama, sebut aja F. Gw nyaris lupa dimana pertama kali gw kenal F, kayanya sih waktu masih heboh mainan Friendster (sekarang akun gw disana udah gw hapus soalnya udah nggak pernah dikunjungi dan takut ada yang menyalahgunakan). Yang gw tahu F orangnya menyenangkan, baik, dan gw tahu waktu itu dia juga udah punya istri dan anaknya masih kecil meskipun umurnya cuma dua tahun di atas gw (dan waktu itu gw pikir untuk ukuran laki-laki masih sangat muda untuk menikah, tapi gw nggak mau ngusik masalah pribadinya). Kenal gitu-gitu aja, ngobrol via e-mail dan terakhir kali yang gw inget waktu gw minta alamatnya untuk ngirim undangan nikahan gw dia masih sempet rayu-tawar untuk pake jasa fotografinya. Yang gw tahu F emang seorang fotografer dan gw pernah lihat portfolionya di multiply emang bagus-bagus. Tapi karena gw udah punya fotografer “langganan” dan harga yang F tawarkan ke gw waktu itu cukup mahal (plus gw sama sekali nggak minat bikin foto pre-wed) maka gw nggak pake jasanya dia.

Setelah gw nikah dan akun Friendster gw hapus gw sama sekali nggak pernah kontak lagi sama dia, nyaris nggak inget malah hahaha… Eh, pernah ding dan kali itu bener-bener terakhir gw kontak sama dia waktu gw mau ngapus akun Friendster gw say hi di akunnya, ternyata dibales. Dia bilang dia udah jarang buka Friendster tapi dia ada di Facebook dan dia kasih alamat e-mailnya “Add gw yak!” kata dia.

Tapi setelah gw cari baik pake nama e-mail ataupun nama aslinya tetep nggak ketemu. Setelah itu bener-bener hilang kontak. Dan entah kenapa malem ini tiba-tiba gw iseng pengen nyari dia dan seorang lagi temen SD gw. Karena ga bisa gw temuin di FB, gw makin penasaran, apa udah meninggal gitu…

Searching lah gw di Google. Hasilnya kebanyakan tautan ke portfolionya dan sesekali postingan dia jual entah kamera, lensa dan alat-alat fotografi lainnya. Trus tiba-tiba ada tautan dengan judul yang lumayan mengagetkan buat gw, menaut ke sebuah forum terbesar di Indonesia, disitu seseorang menulis dengan tulisan gede-gede kalo si F (dengan nama lengkapnya) adalah penipu dan lagi dicari. Postingan itu dibuat Januari 2010, setahun yang lalu. Disitu si korban menceritakan kronologi kenapa dia bisa ditipu, plus komentar-komentar di bawahnya yang mendukung si korban dan pastinya bila dibaca keluarga di F pasti sakit hati.

Well, gw emang nggak terlalu mengenal F dengan baik, dan gw nggak terlalu ngerti juga kronologi yang dia tuliskan, tapi si F ini orang yang cukup ternama, dan dulunya eksis banget dengan portfolio yang bejibun dipublikasikan. Juga ada beberapa orang yang ngaku pernah bertransaksi sama dia tapi ga ada masalah jadi bisa aja mungkin ada salah paham tapi nerus jadi fatal, who knows

Taaapi…tentu aja orang-orang makin curiga ketika F tiba-tiba menghilang begitu saja. Nomor HP nggak ada yang aktif, alamatnya nggak ketemu, semua akses kontak yang dulu pernah dia sebar mendadak nggak berfungsi. Gw paham soal itu, gw pernah mengalami betapa menyebalkan seseorang yang diajak “bisnis” tiba-tiba menghilang, yang jelas pikiran orang pasti jadi pada negatif.

Nggak ngerti juga deh akhirnya gimana tuh. Well, my friend F, Semoga masalahnya cepat selesai, kalo emang nggak merasa menipu jangan kaburlah, hadapi orang-orang itu dan jelaskan semuanya. Dan kalo emang yang dilakukan itu khilaf, selama pihak korban belum melapor ke polisi masih ada kesempatan untuk negosiasi, kasihan keluarga juga pasti ikut nanggung masalah ini, ikut dimaki-maki, ikut dicap jelek, bahkan ikut didatengin.

Pelajaran untuk yang suka belanja di internet, lebih baik cari rekomendasi penjualnya sebelum beli, paling nggak kan udah usaha. Jangankan beli dari orang yang belum dikenal, lah wong kadang sama temen sendiri aja suka dikerjain *pengalaman pribadi, masih keki*. Dan pelajaran buat para penjual yang serius berjualan di internet: SELALU JAGA KOMUNIKASI DENGAN PEMBELI. Kalo misalnya barang belum ada atau pengiriman akan terlambat selalu kabari jangan nunggu ditanyain. Kadang jual beli barang di internet macam beli kucing dalam karung, meskipun ada fotonya, tetep aja gw lebih nyaman beli di toko lihat barangnya langsung.

Ada-ada aja feeling gw malem ini…hadeeeh…